Shoutbox


ShoutMix chat widget

[AGENDA] Sekolah Film 2011

Hai guys, katanya ni nih, ada agenda baru JCM. desas desusnya si mingu2 ini bakalan dilakuin. apa itu?

Sedikit Tentang Hasil MUSYANG 2011

Nah, kali ni nih ane mau share gan. yah sedikit tentang hasil Musyawarah Anggota (MUSYANG) JCM pada tanggal 16-17 Mei 2011. Emang si udah basi tp ga da salahnya tho nge-share hasilnya baru sekarang, hehe.

[Apresiasi]"Menilik Film dari Lensamu"

Tanggal 13 Juni 2011 lalu, JCM UIN Suka ngadain acara apresiasi film dengan tema "Menilik Film dari Lensamu" di teatrikal perpustakaan UIN. Ternyata apresiasi dari masyarakat lumayan juga yah, terbukti dari target kuota 80 orang peserta ternyata kurang, hehe.

Launching Iklan JCM

Bersamaan dengan dilaksanakannya Aprsiasi tanggal 13 Juni kemaren, JCM meluncurkan iklan terbarunya, Katanya si, waktu produksi cuma beberapa menit, katanya. daripada penasaran mending liat sendiri aja dagh , nooh cekidot :

[Info] Jogja NETPAC Asian Film Festival 2011

Hai guys, kali ini ada info neh. Kompetisi film pendek yang dibikin oleh Jogja NETPAC Asian Film Festival . Nah, kalo temen-temen pengen ikutan, tinggal daftar aje, syaratnya gampang kok, dapat dibaca di sini . Pokoknya sebelum tanggal 7 Juli 2011. makenye, ayowww buruannnnnn!!!!!!!

Kamis, 14 Juli 2011

[KOMPAS] Pengamat: Pembuat Film Indie Harus Lebih Kreatif

Dari Kompas.com



YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Para pembuat film indie harus lebih kreatif dalam memproduksi karyanya agar dapat menyaingi gaung film komersial, kata pengamat film dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Zein Mufarrih Muktaf.

"Film indie akan dicari penikmat film jika sanggup menyuguhkan hal yang berbeda dari suguhan film komersial," katanya pada diskusi film di kampus terpadu UMY Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, kelebihan film indie adalah lebih idealis jika dibandingkan dengan film komersial, karena film komersial sudah tercampur tuntutan untuk sukses di pasaran.

"Pesan yang disampaikan oleh film indie biasanya masih murni, berbeda dengan pesan dalam film komersial yang sudah dicampuri kepentingan pemilik modal," katanya.

Namun, film indie juga memiliki kekurangan yang biasanya ada pada diri pembuat film itu sendiri. Kelemahan film indie justru datang dari personal pembuat filmnya.

"Kelemahan sang pembuat film dalam mempertahankan idealismenya kadang menjadi nilai minus, dan itu patut disayangkan," kata dosen Departemen Ilmu Komunikasi UMY itu.

Ia mengatakan, masih banyak pembuat film indie yang saat memproduksi film indie, sudah berpikir untuk menjadi pembuat film profesional atau komersial nantinya. Hal itu yang menyebabkan para pembuat film indie tidak bertahan lama di jalur indie.

"Perkembangan film indie tentu tidak lepas dari hambatan yang mengiringinya. Hambatan utama dalam perkembangan film indie akhir-akhir ini adalah kurangnya forum, wahana atau sarana untuk mengapresiasi film indie," katanya.

Menurut dia, ruang publik untuk pemutaran film indie belum terfasilitasi dengan baik, sedangkan untuk menyewa tempat pertunjukan atau semacamnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Untuk menyewa tempat tentu dirasakan cukup berat oleh komunitas film indie yang nota bene bergerak secara swadaya. Pembuat film indie di Indonesia begitu banyak, tetapi mereka kurang mendapatkan apresiasi," katanya.

Ia mengatakan, wadah, sarana atau tempat-tempat untuk pemutaran film indie masih sangat kurang. Pemerintah kurang memberikan perhatian, padahal dukungan pemerintah sangat dibutuhkan.
"Pemerintah diharapkan bisa lebih memperhatikan film indie sehingga ke depan semakin mendapat tempat di masyarakat," katanya.

sumber 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More